Jumat, 27 April 2012

ANALISIS PUISIKU


ANALISIS PUISI “SANG PAHLAWAN KEHIDUPAN” KARYA RELA SOFITA
Disusun Oleh :

1.      Tri Rusyandi                                                 2009112079



Kelas/Semester          : 6b/6
Mata Kuliah              : Menulis Karya Sastra
Program Studi           : Bahasa dan Sastra Indonesia
Dosen Pengasuh        : M. Nasir, M.Pd.



  
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
2012



KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Alloh SWT, yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Analisis puisi “Sang Pahlwan Kehidupan” karya Rela Sofita”.
Penulisan makalah adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah menulis karya sastra.
Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.

ANALISIS PUISI “SANG PAHLAWAN KEHIDUPAN” KARYA RELA SOFITA
A.    Puisi “Sang Pahlawan Kehidupan”

SANG PAHLAWAN KEHIDUPAN

Namamu lambang kecerdasan
Namamu membunuh kebodohan
Betapa hebatnya kau
Tak ada yang menandingimu

Kau berdiri ditengah penjuru
Kau besar dengan nama itu
Jangan pernah kau bosan jadi haluan panutan
Semangatmu menjadi penghidupan

Untuk kami menjalani kehidupan
Lelah dirimu tak kau risaukan
Hiruk pikuk kehidupan mengharu biru
Itu jasa tentang pengabdian

Bukan jasa tentang perekonomian
Sungguh berarti dirimu
Kau buka mata ini dengan ilmu
Kau sentuh hati ini dengan kasih sayang

Terima kasih untuk sabarmu
Terima kasih untuk waktumu
Guruku……..
Hanya doa yang bisa kuberi
Semoga bahagia selalu hidupmu
Terimakasih untukmu
Sang pahlawan kehidupan

B.     Analisis Puisi “Sang Pahlawan Kehidupan”
1.      Struktur Batin Puisi (Hakikat Puisi)
a.      Tema
Dalam sebuah puisi tentunya sang penyair ingin mengemukakan sesuatu hal untuk penikmat puisinya. Dalam puisi “Sang Pahlawan Kehidupan” ini tema yang diusung adalah tentang tema kemanusiaan, tema tentang pahlwan tanda jasa.
Berikut kutipan tema dari puisi “Sang Pahlawan Kehidupan”.
“Guruku” terletak pada bait kelima baris ketiga.
“lambing kecerdasan dan lambing kebodohan” terletak pada bait pertama baris kesatu dan kedua.
Dari kutipan di atas jelas bahwa tema tersebut menceritakan tentang seorang guru yang dengan giat memberikan ilmu kepada muridnya.
b.      Perasaan Penyair (felling)
Perasaan (felling) merupakan sikap penyair terhadap pokok persoalan yang ditampilkannya. Felling dari puisi “ Sang Pahlawan Kehidupan” ini adalah tentang ungkapan rasa kagum terhadap guru. Seperti dalam kutipan berikut ini yang terletak pada bait keempat baris kesatu sampai keempat.
“Bukan jasa tentang perekonomian
Sungguh berarti dirimu
Kau buka mata ini dengan ilmu
Kau sentuh hati ini dengan kasih saying”
            Dari kutipan tersebut penyair ingin mengungkapkan rasa kagum yang mendalam terhadap sosok seorang guru.
c.       Nada atau Suasana
Nada merupakan sikap penyair terhadap pembacanya atau dengan kata lain sikap penyair dengan penikmat karya sastraya. Sikap penyair terhadap pembacanya yang diungkapkan dalam puisi ini adalah sikap dengan perasaan senang, gembira dengan perjuangan seorang guru. Seperti dalam kutipan yang terletak pada bait kelima baris kesatu dan kedua.
“Terima kasih untuk sabarmu
Terima kasih untuk waktumu”.
            Dari kutipan tersebut jelas bahwa penyair mengungkapkan perasaan senang yang ingin diungkapkan kepada penikmat karyanya.
d.      Amanat
Amanat dalam puisi “Sang Pahlawan Kehidupan” adalah tentang perjuangan seorang guru yang dengan tekun memberikan waktu dan kesempatannya untuk memberikan ilmu kepada muridnya agar menjadi yang lebih baik. Seperti dalam kutipan berikut ini.
            “untuk kami menjalani kehidupan” terletak pada bait ketiga baris pertama.
            “hiruk pikuk kehidupan mengharu biru
            Itu jasa tentang pengabdian” terletak pada bait ketiga baris ketiga dan keempat.
2.      Struktur Fisik Puisi (Metode Puisi)
a.      Diksi atau Pilihan Kata
Salah satu hal yang ditonjolkan dalam puisi adalah pilhan katanya. Dalam puisi “Sang Pahlawan Kehidupan” diksinya antara lain sebagai berikut.
·         Terletak pada bait ke-2 baris pertama “kau berdiri di tengah penjuru” yang bermakna guru bisa memberikan ilmu kepada siapa saja.
·         Terletak pada bait ke-2 baris ketiga “haluan panutan” yang bermakna dapat member contoh teladan terhadap orang lain.
·         Terletak pada bait ke-4 baris kesatu “tentang perekonomian” yang bermakna bahwa guru bukanlah seorang yang mencari imbalan tetapi hanya ingin memberikan ilmu yang bermanfaat.

b.      Imajinasi
Dalam puisi ini penyair ingin memberikan pengalamannya yang diungkapkan dalam puisinya yang berupa imajinasi. Imajinasi yang ingin diungkapkan oleh penyair dalam puisi ini adalah imajinasi visual yang berarti pembaca seolah-olah seperti melihat sendiri apa yang dikemukakan atau diceritakan oleh penyair. Seperti dalam kutipan berikut ini yang terletak pada bait ke-1 baris pertama dan kedua.
Namamu lambing kecedasan
Namamu membunuh kebodohan”
            Dari kutipan tersebut pembaca seolah-olah sudah bisa membayangkan bahwa seorang guru adalah sosok yang memberikan kecerdasan dan memberantas kebodohan. Hal tersebut sudah dapat kita alami dalam kehidupan sehari-hari.
c.       Kata Konkret
Dengan adanya kata konkret atau daya bayang dalam sebuah puisi dapat memberikan arahan pada suatu pengertian yang menyeluruh. Dalam puisi ini kata konkret terletak pada bait ke-2 barir ketiga dan keempat.
“Jangan pernah kau bosan jadi haluan panutan
Semangatmu menjadi penghidupan”
Kutipan tersebut menyatakan bahwa seorang guru adalah seorang yang tekun  dan semangatnya tidak akan pernah surut dan akan terus berjalan.
d.      Majas atau Bahasa Figuratif
Bahasa figuratif menjadikan puisi memancarkan banyak makna atau kaya akan makna. Puisi “Sang Pahlawan Kehidupan” menggunakan majas atau bahasa figuratif perbandingan/perumpamaan (simile), yang terletak pada bait ke-2 baris pertama.
“Kau berdiri di tengah penjuru”
Kutipan tersebut seakan-akan guru adalah sebuah tonggak yang dengan kokoh menancap di tengah penjuru mata angin.
e.       Versifikasi
Versifikasi terdiri dari rima, ritma dan metrum.
1.      Rima
Rima adalah pengulangan bunyi yang membentuk musikalisasi atau orkestrasi sehingga puisi menjadi menarik untuk dibaca.
a.      Berdasarkan Bunyinya
Berdasarkan bunyinya rima dalam puisi tersebut menggunakan rima asonansi yang menggunakan perulangan bunyi vokal dalam satu kata.seperti dalam kutipan berikut ini.
·         “Namamu lambang kecerdasan” (bait ke-1 baris pertama)
·         “Namamu membunuh kebodohan” (bait ke-1 baris kedua)

b.      Berdasarkan Letaknya
Berdasarkan letaknya puisi tersebut menggunakan rima depan, rima tengah, rima akhir, rima tegak dan rima datar.
·         Rima Depan
Namamu lambang Kecerdasan
Namamu membunuh kebodohan” (bait ke-1 baris pertama dan kedua).
Terima kasih untuk sabarmu
Terima kasih untuk waktumu” (bait ke-5 baris pertama dan kedua).

·         Rima Tengah
“Terima kasih untuk sabarmu
Terima kasih untuk waktumu (bait ke-5 baris pertama dan kedua).

·         Rima Akhir
Tidak terdapat rima akhir dalam puisi “Sang Pahlawan Kehidupan”.

·         Rima Tegak
Tidak terdapat rima tegak dalam puisi “Sang Pahlawan Kehidupan”.

·         Rima Datar
Tidak terdapat rima datar dalam puisi “Sang Pahlawan Kehidupan”.

c.       Berdasarkan Letaknya dalam Bait Puisi
Berdasasarkan letak dalam bait puisi. Puisi “Sang Pahlawan Kehidupan” menggunakan rima berangkai, rima berselang dan rima patah.
·         Rima Berangkai
“Namamu lambang kecerdasan
Namamu membunuh kebodohan
Betapa hebatnya kau
Tak ada yang menandingimu” (bait ke-1 baris pertama sampai keempat, dengan struktur a-a-b-b)
“Kau berdiri ditengah penjuru
Kau besar dengan nama itu
Jangan pernah kau bosan jadi haluan panutan
Semangatmu menjadi penghidupan (bait ke-2 baris pertama sampai keempat, dengan struktur a-a-b-b).
·         Rima Berselang
“Bukan jasa tentang perekonomian
Sungguh berarti dirimu
Kau buka mata ini dengan ilmu
Kau sentuh hati ini dengan kasih sayang (bait ke-4 baris pertama sampai keempat, dengan struktur c-d-e-f).

“Terima kasih untuk sabarmu
Terima kasih untuk waktumu
Guruku……..
Hanya doa yang bisa kuberi
Semoga bahagia selalu hidupmu
Terimakasih untukmu
Sang pahlawan kehidupan (bait ke-5 baris pertama sampai ketujuh, dengan struktur c-d-e-f).

·         Rima Patah
“Untuk kami menjalani kehidupan
Lelah dirimu tak kau risaukan
Hiruk pikuk kehidupan mengharu biru
Itu jasa tentang pengabdian (bait ke-3 baris pertama sampai keempat, dengan struktur a-b-a-a).

2.      Ritma
Dalam puisi ini menggunakan ritma adante dan ritma alegro.
a.      Ritma Adante
Namamu lambang kecerdasan
Namamu membunuh kebodohan (bait ke-1 baris pertama dan kedua).
b.      Ritma Alegro
“Sang pahlawan kehidupan”(bait ke-5 baris ketujuh).

3.      Metrum
Dalam puisi ini, penyair menggunakan metrum dengan nada lemah seperti dalam kutipan berikut ini.
“Terima kasih untuk sabarmu
Terima kasih untuk waktumu” (bait ke-5 baris pertama dan kedua).
f.       Tipografi
Tipografi atau perwajahan dalam puisi “Sang Pahlawan Kehidupan” menggunakan susunan kata rata tengah yang mengambarkan ketegaran dan kesabaran seorang guru yang ingin menjadikan bangsa ini menjadi lebih baik.
  

KESIMPULAN
            Puisi adalah salah satu karya sastra yang sangat menarik dan dapat memberikan kesenangan tersendiri bagi penikmatnya. Puisi dapat memberikan masukan, kritikan, maupun pengarah hidup yang dapat kita jadikan acuan dalam kehidupan sehari-hari. Fungsi dari menganalisis puisi itu sendiri adalah sebagai bahan pertimbangan apakah puisi tersebut layak atau tidak maupun untuk mengetahui maksud dari puisi tersebut. Sebagai warga Negara Indonesia yang baik, cintailah puisi-puisi karya sastrawan-sastrawan asli dari Indonesia.